Teori Keagenan


Image
Dalam sebuah perusahaan sudah selayaknya ada dua bagian penting yaiti orang yang berperan sebagai pricipal dan yang berperan sebagai agen, dimana dalam hal ini yang dimaksud sebagai agen adalah manajer yang bekerja akan memuaskan principal atau biasa yang kita kenal dengan pemegang saham,. dalam kedua posisi penting ini sudah selayaknya beerja untuk memikirkan kepentingan perusahaan bukannya malah ingin memperkaya diri sendir, namun harus mempertimbangkan nasib bersama.

Mari kita mengenal teori keagenan lebih jauh, dalam teori keagenan menyatakan bahwa adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang (prinsipal) yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu manajer, dala bentuk kerja sama yang disebut “nexus of contract” 

teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. pemegang saham sebagai prinsipal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah sedangkan para agensi diasumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut. karena perbedaan kepentingan ini masing-masing pihak berusaha memperbesar keutungan bagi dirinya sendiri.

salah satu hipotesis dalam teori ini adalah bahwa manajemen dalam mengolah perusahaan cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadinya dari pada meningkatkan nilai perusahaan.

contoh agency theory dalam kalangan mahasiswa dapat kita lihat dalam lingkup lembaga mahasiswa. pengurus yang diperyakan menjadi perpanjangan tangan keluarga mahasiswa untuk mengolah organisasi menjadi agen yang idealnya mampu mengakomodasi semua kepentingan keluarga. namun terkalah malah cenderung tak mampu menjalankan dengan baik malahan memilih melaksanakan kepengurusan sesuai dengan keinginannya. kepentingan keluarga menjadi terabaikan.

dua tokoh utama yaitu agen dan prinsipal dalam interaksi bisnis tersebut sebenarnya mengarah pada kepentingan yang sama, yaitu wealth (kekayan).

terdapat tiga masalah utama dalam hubungan agensi yaitu:

  1. kontrol pemegang saham kepada manajer
  2. biaya yang menyertai hubungan agensi
  3. menghindari dan meminimalisasi biaya agensi

dalam rangka memotivasi para manajer dan pemegang saham agar berperilaku dalam sikap yang memajukan tujuan perusahaan, Burdett dapat memberikan rekomendasi kepada dewan direksi adalah sebagai berikut:

  • penilaian terhadap kinerja manajer dibuat dengan kontrak yang jelas sehingga memotivasi agen bekerja dengan kepentingan terbaik prinsipal
  • prinsipal memberikan pilihan rencana insentif jangka panjang dan pendek dan agen diberikan keleluasaaan dengan batasan yang menguntungkan kepentingan para pemegang saham.

Teori Keagenan dalam Akuntansi

masalah keagenan yang kita hadapi dalam proses akuntansi adalah ketika manajemen perusahaan menyusun laporan keuangan dapat mengakibatkan benturan antara kepentingan manajemen dengan kepentingan stakeholder, tapi sering kali kita ketahui bahwa manajemen sering bertindak untuk memaksimumkan kesejahteraan mereka dan mengamankan posisi mereka dengan tanpa memandang bahaya yang terhadap stakeholder (principal). akuntan akan menjadi ssebuah posisi penting ketika terjadi hal-hal seperti yang saya jelaskan diatas sebagai agen yang independeng (diharapkan) dengan alasan bahwa:

  • Akuntan mempunyai akses terhadap informasi keuangan
  • Akuntan mempunyai akses terhadap informasi manajemen
  • Akuntan itu independen
  • Dia telah mendapatkan pelatihan profesional
  • Akuntan bisa didapatkan dan pasti ada

 

Teori keagenan dalam pemerintahan

di organisasi publik, khususnya pemerintah daerah secara sadar atau tidak, teori keagenan ini telah dipraktikkan termasuk pemerintah daerah di Indonesia. akhir-akhir ini, pemerintah daerah sibuk dengan salah satu kegiatan utamanya adalah menyusun anggaran atau yang sering kita sebut dengan APBD dimana pada saat menentukan anggaran bisa akan terjadi budgetary slack dimana pihak agen yang bekerja secara sadar melakukan satu penilaian yang rendah terhadap suatu capaian dengan membesarkan biaya dan mengurangi rasio pendapatan agar terlihat kinerjanya membaik padahal yang terjadi biasa-biasa saja, hal-hal seperti ini perlu dibenahi. begitu juga dengan penilaian suatu daerah yang bagus adalah yang show off atau yang dapat menghabiskan anggaran perlu dibenahi lagi.

implikasi dalam teori keagenan, dapat kita lihat apa yang terjadi dengan pemerintahan sekarang dimana dalam proses penyusunan anggaran, pihak legislatif cenderung melakukan “titipan” proyek atau kegiatan, hal ini terjadi untuk kepentingan pribadi. masalah keagenan  yang lain dapat kita lihat anggota legislatif sebagai agen dan rakyat sebagai principal. pihak legislatif sebagai agen  akan membela kepentingan rakyat atau pemilihnya, namun seringkali hal ini tidak terjadi, karena pendelegasian kewenangan rakyat/pemilih terhadap legislatornya tidak memiliki aturan konsekuensi kontrol keputusan yang disebut “abdication”

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s